Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Puskesmas Pagar Merbau Kec. Pagar Merbau Kab.Deli Serdang Tahun 2023

Authors

  • Ketut Juliana STIKes Mitra Husada Medan
  • Kamelia Sinaga STIKes Mitra Husada Medan
  • Imran Saputra Surbakti STIKes Mitra Husada Medan
  • Asnita Sinaga STIKes Mitra Husada Medan
  • Rahmah Rahmah STIKes Mitra Husada Medan

DOI:

https://doi.org/10.57214/jasira.v2i4.165

Keywords:

IUD Use, Knowledge, Women of Childbearing Age

Abstract

Family Planning (KB) is an effort to help individuals or married couples plan the number and spacing of births as desired, and avoid unwanted pregnancies. This program also aims to regulate the time of birth based on the age of the couple and family conditions. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge of Women of Childbearing Age (WUS) and the use of IUD contraception at the Pagar Merbau Health Center, Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency in 2023. The type of research is Descriptive Correlation with a cross-sectional design, the research sample was 45 people, the sampling technique used the Total Sampling method. the results of the study showed that Based on statistical analysis using the chi-square test, a significant relationship was found between the level of knowledge of WUS and the use of IUD contraception at the Pagar Merbau Health Center, Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency in 2023, with a p-value of 0.006 (p-value <0.05). The more knowledge a person has about something, the higher the level of knowledge of that person. One of the factors that influences health behavior is the predisposition factor which is manifested in knowledge, where a person's knowledge greatly influences the actions that will be carried out.

References

Ariani, A. P. (2014). Aplikasi metodologi penelitian kebidanan dan kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Badan Pusat Statistik. (2007). Survei demografi kesehatan Indonesia.

BKKBN. (2014). Kebijakan dan strategi akselerasi program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga TA. 2014. Jakarta: BKKBN.

Handayani, S. (2018). Buku ajar pelayanan keluarga berencana. Sewon, Bantul, Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Harapan, E. (2014). Keluarga berencana. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Hartono. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur (WUS) di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 3(1), 1–10.

Hidayat, A. (2014). Metode penelitian kebidanan dan teknik analisis data. Jagakarsa, Jakarta Selatan: Selemba Medika.

Ibrahim, dkk. (2019). Hubungan usia, pendidikan, dan paritas dengan penggunaan AKDR di Puskesmas Doloduo Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Kebidanan, 8(1), 45–55.

Irawati, D. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) di Desa Karangjeruk Jatirejo Mojokerto. Medica Majapahit, 9(2), 126–141.

Ismun. (2019). Hubungan pengetahuan dan sikap wanita usia subur (WUS) dengan perilaku penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 3(1), 20–30.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Profil kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: Kemenkes RI. Retrieved from http://www.depkes.go.id.

Nikmah. (2018). Hubungan antara pengetahuan dengan sikap akseptor KB tentang alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(1), 1–10.

Notoatmodjo, S. (2003). Pengantar ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Novayanti, M. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 2(1), 15–25.

Profil Kesehatan Indonesia. (2017). Retrieved March 29, 2019, from http://www.depkes.go.id.

Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2016). Retrieved March 29, 2019.

Rathi, S., & Jawadagi, S. (2014). Study to assess the factors affecting acceptance to intrauterine device among rural women of Hirebagewadi, Belgaum. IOSR Journal of Nursing & Health Sciences, 3(2), 37–52. Retrieved from http://www.iosrjournals.org/iosr-jnhs/papers/vol3-issue2/Version-5/I03253752.PDF.

Rochma, K. M. (2012). No title. Jurnal Ilmiah Bidan. Retrieved from http://poltekkespalembang.ac.id.

Sari, T., & Yulnefia. (2019). Hubungan faktor demografi dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim pada wanita usia subur di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Collaborative Medical Journal (CMJ), 2(1), 20–30.

Sari. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor KB dalam penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim di Puskesmas Sidomulyo. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 1(2), 50–60.

Siyoto, dkk. (2015). Metodologi penelitian. Literasi Media Publishing. Karanganyar-Klodangan 004/027 Sendangtirto Berbah Sleman Yogyakarta.

Suratun. (2015). Pelayanan keluarga berencana dan pelayanan kontrasepsi. Jakarta: Trans Info Media.

World Health Organization (WHO). (2014). Maternal mortality. Geneva: WHO.

Yanti. (2015). Keluarga berencana dan kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Yuhedi, L. (2018). Buku ajar kependudukan dan pelayanan KB. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Downloads

Published

2024-11-30

How to Cite

Ketut Juliana, Kamelia Sinaga, Imran Saputra Surbakti, Asnita Sinaga, & Rahmah Rahmah. (2024). Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Puskesmas Pagar Merbau Kec. Pagar Merbau Kab.Deli Serdang Tahun 2023. Jurnal Siti Rufaidah, 2(4), 56–65. https://doi.org/10.57214/jasira.v2i4.165

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.