Pelatihan Produksi Minuman Fermentasi Tepache Mak Long dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Peningkatan Ekonomi Kreatif Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau
DOI:
https://doi.org/10.57214/jpbidkes.v4i3.383Keywords:
Community Empowerment, Creative Economy, Family Medicinal Plants, Fermented Beverage, TepacheAbstract
Desa Tanjung Kuras, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, memiliki produksi nanas yang melimpah dan beragam tanaman obat keluarga (TOGA) yang belum diolah secara optimal menjadi produk bernilai tambah. Kulit nanas, yang umumnya dibuang sebagai sampah rumah tangga, memiliki potensi besar sebagai bahan baku tepache, minuman fermentasi tradisional. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi kreatif masyarakat melalui pelatihan produksi minuman fermentasi Tepache Mak Long yang diperkaya dengan TOGA. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2026 dan melibatkan 35 peserta yang terdiri dari anggota kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, kader kesehatan, dan pengusaha mikro desa. Metode yang diterapkan adalah ceramah interaktif, demonstrasi, praktik produksi langsung, pembuatan lahan demonstrasi TOGA, dan pendampingan dalam pengemasan dan pemasaran digital. Materi yang diberikan mencakup prinsip-prinsip fermentasi, sanitasi dan keamanan pangan, standar kualitas produk, pemanfaatan TOGA seperti kunyit, jahe aromatik, kemangi, dan jahe, perhitungan biaya produksi, serta strategi branding dan pemasaran. Program ini mendapat sambutan baik, dengan peserta aktif terlibat sepanjang sesi dan berhasil memproduksi tepache secara mandiri pada akhir pelatihan.
References
Ajzen, I. (2020). Teori perilaku terencana: Pertanyaan yang sering diajukan. Perilaku Manusia dan Teknologi Baru, 2(4), 314–324. https://doi.org/10.1002/hbe2.195
Badan Pusat Statistik Kabupaten Siak. (2024). Kabupaten Siak dalam angka 2024.
Dimidi, E., Cox, S. R., Rossi, M., & Whelan, K. (2021). Makanan fermentasi: Definisi dan karakteristik, dampak pada mikrobiota usus dan efek pada kesehatan dan penyakit saluran pencernaan. Nutrients, 11(8), 1806. https://doi.org/10.3390/nu11081806
Escalante, A., López Soto, D. R., Velázquez Gutiérrez, J. E., Giles Gómez, M., Bolaños Villegas, P., & López Munguia, A. (2023). Pulque, tepache dan minuman fermentasi tradisional Meksiko lainnya: Mikrobiologi dan potensi fungsional. Frontiers in Microbiology, 14, 1088902.
Fitriani, R., & Marlina, L. (2023). Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui diversifikasi makanan hasil pertanian lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 9(2), 145–156.
Hidayat, R., & Nasution, A. (2023). Penguatan ekonomi kreatif desa berbasis potensi lokal: Sebuah pandangan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Desa, 8(1), 33–48.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk kesehatan keluarga.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Statistik produksi hortikultura Indonesia.
Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2022). Teori pembelajaran pengalaman sebagai panduan bagi pendidik pengalaman di pendidikan tinggi. Pembelajaran dan Pengajaran Pengalaman di Pendidikan Tinggi, 1(1), 7–44. https://doi.org/10.46787/elthe.v1i1.3362
Marsh, A. J., Hill, C., Ross, R. P., & Cotter, P. D. (2022). Minuman fermentasi dengan potensi penunjang kesehatan: Perspektif masa lalu dan masa depan. Tren dalam Ilmu dan Teknologi Pangan, 38(2), 113–124. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2014.05.002
Nugroho, A., & Lestari, P. (2022). Penerapan cara produksi pangan olahan yang baik pada industri rumah tangga pangan. Jurnal Keamanan Pangan Indonesia, 4(2), 77–89.
Nurhayati, S., & Ramadhan, F. (2024). Analisis kelayakan usaha minuman fermentasi buah pada skala industri rumah tangga. Jurnal Agroindustri Indonesia, 12(1), 55–67.
Prasetyo, B., & Anggraini, D. (2023). Pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai bahan baku produk pangan fungsional. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 18(3), 201–212.
Purnomo, E. P., Sulistiyo, A., & Fadhlurrohman, M. I. (2024). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas di daerah pedesaan: Pelajaran dari desa-desa di Indonesia. Jurnal Studi Pedesaan dan Pengembangan Masyarakat, 11(2), 88–103.
Rahmawati, D., Susanti, E., & Yuliana, N. (2023). Pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai bahan fungsional pada produk minuman herbal. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 21(2), 178–189.
Rogers, E. M., Singhal, A., & Quinlan, M. M. (2021). Difusi inovasi. In Pendekatan terintegrasi terhadap teori dan penelitian komunikasi (edisi ke-4, pp. 415–434). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203710753-35
Sari, M. P., & Wulandari, R. (2024). Pendekatan ekonomi sirkular dalam mengurangi limbah buah pascapanen di tingkat rumah tangga. Jurnal Pertanian Berkelanjutan Indonesia, 6(1), 21–34.
Setiawan, A., & Hermawan, D. (2022). Strategi branding dan pemasaran digital produk usaha mikro desa. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 24(1), 61–74. https://doi.org/10.38035/jmpd.v1i1.21
Wijaya, C. H., & Handayani, T. (2023). Karakteristik mikrobiologis dan sensoris minuman fermentasi berbasis buah tropis. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 34(1), 44–55.
World Health Organization. (2025). Laporan global WHO tentang pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif 2025. Organisasi Kesehatan Dunia.
Yulianti, L., & Saputra, R. (2023). Peningkatan pendapatan rumah tangga melalui pelatihan pengolahan pangan lokal di wilayah pesisir. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(2), 112–125.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






