Posisi Orthopnea sebagai Intervensi terhadap Saturasi Oksigen dan Tingkat Kenyamanan Pasien Ppok di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Authors

  • Karisma Nada Syaifa STIKes Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun
  • Wahyudi Qorahman MM STIKes Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun
  • Wahyono Wahyono STIKes Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun

DOI:

https://doi.org/10.57214/jasira.v4i3.373

Keywords:

Comfort Level, COPD, Orthopneic Position, Oxygen Saturation, Pulse Oximeter

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit pernapasan progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang persisten, yang mengakibatkan gangguan pertukaran gas, penurunan saturasi oksigen, dan penurunan kenyamanan pasien. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah posisi ortopnea, di mana pasien duduk tegak sambil sedikit condong ke depan untuk meningkatkan ekspansi paru dan efisiensi ventilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi ortopnea terhadap saturasi oksigen dan tingkat kenyamanan pada pasien PPOK di Rumah Sakit Daerah Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Sampel sebanyak 30 responden dipilih melalui pengambilan sampel minimal berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, sedangkan tingkat kenyamanan dinilai menggunakan General Comfort Questionnaire (GCQ). Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Temuan menunjukkan peningkatan saturasi oksigen rata-rata dan tingkat kenyamanan setelah penerapan posisi ortopnea dibandingkan dengan pengukuran sebelum intervensi. Kesimpulan: Posisi ortopnea memiliki efek positif yang signifikan dalam meningkatkan saturasi oksigen dan tingkat kenyamanan pada pasien PPOK. Oleh karena itu, posisi ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang sederhana, aman, efektif, dan berbasis bukti untuk mendukung penanganan pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis.

References

Agustí, A., Celli, B. R., Criner, G. J., Halpin, D., Anzueto, A., Barnes, P., Bourbeau, J., Han, M. K., Martinez, F. J., de Oca, M. M., Mortimer, K., Papi, A., Pavord, I., Roche, N., Salvi, S., Sin, D. D., Singh, D., Stockley, R., López Varela, M. V., & Wedzicha, J. A. (2023). Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease 2023 report: GOLD executive summary. European Respiratory Journal, 61(4), 2300239. https://doi.org/10.1183/13993003.00239-2023

Arifuddin, et al. (2026). Effect of orthopneic position and pursed-lip breathing on dyspnea in patients with chronic obstructive pulmonary disease. Lentera Perawat.

Ermawati Uki, et al. (2024). Aplikasi teori kenyamanan Kolcaba pada anak dengan gangguan pernapasan di ruang infeksi: Studi kasus.

Ginting, S., Nurwahyuni, S., & Wati, S. (2025). Pengaruh posisi ortopnea terhadap nilai saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 16(1), 45–52.

Kaplan, E., & Özakgül, A. (2025). The effect of nursing care based on Comfort Theory of Kolcaba on comfort, satisfaction and sleep quality of intensive care patients. Nursing in Critical Care, 30(3), e70033. https://doi.org/10.1111/nicc.70033

Melati, R., Sunarto, Tarnoto, K. W., & Harnanto, A. M. (2025). Perbedaan peningkatan saturasi oksigen antara terapi posisi ortopneik dan latihan nafas dalam pada penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Solo Nursing Journal, 2(1), 13–19.

Nenden Novitasari, et al. (2024). Asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami masalah gangguan pertukaran gas melalui posisi orthopnea pada pasien dengan CAD: Case report.

Ria Ariani, S. K. (2024). Penerapan posisi ortophnea pada pasien gangguan pola nafas tidak efektif dengan diagnosa tuberculosis paru di ruang IGD RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba.

Sofiana, Z., & Melastuti, E. (2025). Gambaran saturasi oksigen dan respiratory rate pada pasien penyakit paru obstruktif kronis: Descriptive oxygen saturation and respiratory rate in chronic obstructive pulmonary disease. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 3(2), 61–66. https://doi.org/10.35473/jkbs.v3i2.3873

Wulandari, R., Wahyuningsih, D., & Pratiwi, M. (2025). Asuhan keperawatan gangguan pola napas tidak efektif dengan pemberian penerapan posisi ortopnea terhadap penurunan dypsnea pada pasien PPOK di RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari.

Yunus, P., et al. (2025). Efektivitas pemberian posisi orthopneic dan semi Fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan di ruangan IGD RSUD Tani dan Nelayan (RSTN) Kabupaten Boalemo.

Yusdi Ghazaly. (2023). Pengaruh terapi pernafasan diafragma terhadap kenyamanan pada pasien paru obstruktif kronik (PPOK) berbasis teori of comfort.

Zulia Sofiana, et al. (2025). Gambaran saturasi oksigen dan respiratory rate pada pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Zulkifli B. Pomalango. (2023). Penerapan teori keperawatan Comfort Katharine Kolcaba dalam pemberian asuhan keperawatan perioperatif. Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 1(3), 118–128. https://doi.org/10.59680/anestesi.v1i3.342

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Karisma Nada Syaifa, Wahyudi Qorahman MM, & Wahyono Wahyono. (2026). Posisi Orthopnea sebagai Intervensi terhadap Saturasi Oksigen dan Tingkat Kenyamanan Pasien Ppok di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Jurnal Siti Rufaidah, 4(3), 233–244. https://doi.org/10.57214/jasira.v4i3.373

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.