Gambaran Intensitas Nyeri Saat Pengambilan Sampel Darah Paska Pemberian Napas dalam di IGD RS Sari Asih Karawaci

Authors

  • Siti Masamah Universitas Islam Sultan Agung
  • Ahmad Ikhlasul Amal Universitas Islam Sultan Agung
  • Retno Setyawati Universitas Islam Sultan Agung

DOI:

https://doi.org/10.57214/jasira.v4i2.311

Keywords:

Blood Sampling, Deep Breathing Relaxation, Pain Intensity, Pain Reduction, Patient Comfort

Abstract

Blood sampling is a mildly invasive medical procedure aimed at detecting diseases, assessing organ function, and evaluating the patient's overall health. It often causes pain, which can affect patient comfort. Pain perception during this procedure is influenced by both physiological and psychological factors. Therefore, safe and easily implemented non-pharmacological interventions are essential to alleviate pain intensity, and one such intervention is deep breathing relaxation. This descriptive observational study employed a quantitative one-shot case study design with a posttest-only approach. Pain intensity was measured after the deep breathing relaxation intervention was given, without any pretest. The findings revealed that after the deep breathing relaxation intervention, most respondents experienced mild pain (84 people, 70.6%), moderate pain (32 people, 26.9%), and severe pain (2 people, 1.7%). The results indicate that deep breathing relaxation significantly reduces pain intensity during blood sampling and can be effectively used as a non-pharmacological intervention to enhance patient comfort during medical procedures.

References

Amalia, R., & Rosyid, A. (2022). Hubungan jenis pekerjaan dengan tingkat kecemasan pasien dalam menjalani tindakan medis. Jurnal Keperawatan Klinis Indonesia, 6(2), 115-123.

Dewi, N. R., & Kusumawati, D. (2023). Perbedaan respon nyeri berdasarkan jenis kelamin pada pasien tindakan invasif ringan. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 5(1), 45-52.

Fitriani, L., Sari, D. P., & Anwar, K. (2021). Pengaruh tingkat pendidikan terhadap kepatuhan pasien dalam penerapan teknik relaksasi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 101-108.

Hastomo, T., & Suryadi, D. (2019). Teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien tindakan invasif. Jurnal Keperawatan Soedirman, 14(1), 29-36. https://doi.org/10.32584/jika.v1i1.102

Hidayat, R., Rahmawati, E., & Prasetyo, A. (2023). Hubungan jenis pekerjaan dengan persepsi nyeri pada pasien rawat jalan. Jurnal Ilmu Keperawatan, 11(3), 233-241.

Kurniasih, D. (2023). Peran tingkat pendidikan terhadap pengendalian kecemasan dan nyeri pasien. Jurnal Keperawatan Holistik, 7(1), 19-27.

Lestari, S., & Prabowo, A. (2023). Efektivitas relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri prosedural pada pasien dewasa. Jurnal Keperawatan Terapan, 9(2), 87-95.

Mardlotillah, N., Rahman, A., & Putri, S. D. (2021). Prosedur pengambilan sampel darah dan perannya dalam penegakan diagnosis klinis. Jurnal Analis Kesehatan Indonesia, 10(1), 45-54. https://doi.org/10.12962/j23373520.v10i1.61188

Mayasari, D. (2020). Manajemen nyeri nonfarmakologis dalam praktik keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Ningtyas, A., Wibowo, T., & Setyawan, A. (2023). Mekanisme fisiologis nyeri dan pendekatan keperawatan. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 14(1), 12-20. https://doi.org/10.26751/jikk.v14i1.1520

Nurhayani, E., & Nengsih, S. (2022). Faktor psikologis terhadap persepsi nyeri pasien di instalasi gawat darurat. Jurnal Keperawatan Darurat, 3(1), 25-33.

Nurhayati, S., & Dewanto, I. (2021). Hubungan jenis pekerjaan dengan tingkat stres pasien. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 134-141.

Oktaviani, R., & Widodo, A. (2022). Pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap nyeri injeksi. Jurnal Keperawatan Klinis, 8(1), 56-63.

Pandekar, R. R., & Thangavelu, P. (2019). Effect of deep breathing exercises on pain and anxiety. International Journal of Nursing Research, 7(2), 78-84.

Pardede, J. A., Siregar, R. M., & Sinaga, J. (2024). Relaksasi napas dalam sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam manajemen nyeri. Jurnal Keperawatan Indonesia, 27(1), 15-24.

Pertiwi, N., Andriani, F., & Saputra, R. (2023). Efektivitas teknik relaksasi dalam menurunkan nyeri prosedural. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 9(3), 201-210.

Prianggono, D., Lestari, R., & Wahyuni, T. (2023). Intervensi keperawatan mandiri: Relaksasi napas dalam pada pasien prosedur invasif. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 6(2), 89-97.

Rahayu, S., & Putra, I. M. (2021). Pengaruh relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri tindakan medis. Jurnal Keperawatan Nasional, 5(1), 40-48.

Rohmaniah, S. (2023). Terapi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri keperawatan. Bandung: Refika Aditama.

Vitaisabella, A., & Maryati, S. (2023). Teknik pernapasan 4-7-8 terhadap kecemasan dan nyeri pasien. Jurnal Keperawatan Terpadu, 5(2), 109-117.

Wulandari, N., & Setyawan, H. (2022). Pengaruh tingkat pendidikan terhadap pemahaman edukasi kesehatan pasien. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(2), 95-103.

Downloads

Published

2026-05-05

How to Cite

Siti Masamah, Ahmad Ikhlasul Amal, & Retno Setyawati. (2026). Gambaran Intensitas Nyeri Saat Pengambilan Sampel Darah Paska Pemberian Napas dalam di IGD RS Sari Asih Karawaci. Jurnal Siti Rufaidah, 4(2), 13–21. https://doi.org/10.57214/jasira.v4i2.311

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.