Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik terhadap Intensitas Kecemasan dan Nyeri pada Pasien Post Operasi di Ruang Perawatan Umum
DOI:
https://doi.org/10.57214/jasira.v4i1.300Keywords:
Anxiety, Autogenic Relaxation, Pain, Postoperative, RecoveryAbstract
Anxiety and pain are common problems experienced by postoperative patients and may negatively affect physiological and psyhological conditions as well as the recovery process. Management of anxiety and pain can be carried out throught pharmacological and non-pharmacological approaches, one of which is the autogenic relaxation technique. This technique is safe, simple easy to learn and does not cause side effects so it can be applied by healthcare professionals and performed independently by patients. This study aimed to determine the effect of autogenic relaxation on anxiety levels and pain intensity in postoperative patients in the general ward. This study employed a pre-experimental design with a pretest-posttest without control approach. The sample consisted of 31 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) to measure anxiety levels and the Numeric Rating Scale (NRS) to assess pain intensity. The result of the Paired Sample T-test showed a p-value of 0,0001 (< 0,05), indicating a significant decrease in the mean anxiety level from moderate to mild after the intevention. The wilcoxon test also showed a p-value of 0,0001 (< 0,05), demonstrating a significant difference in pain intensity before and after the intervention, from moderate pain to mild pain. It can be cocluded that the autogenic relaxation technique has a significant effect on reducing anxiety levels and pain intensity in postoperative patients. This technique is recommended as a non-pharmacological intervention that can be applied by healthcare professionals to enhance patient comfort and support the postoperative recovery process.
References
Achmad, & dkk. (2022). Penelitian Keperawatan. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi.
Aisyah, S. (2017). Manajemen nyeri pada lansia dengan pendekatan non farmakologis. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 2(1). https://doi.org/10.30651/jkm.v2i1.1201
Asmadi. (2008). Teknik prosedural keperawatan konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien. Jakarta: Salemba Medika.
Astuti, R. S. (2019). Pengaruh terapi relaksasi autogenik disertai mendengarkan musik klasik terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu.
Bacthiar, S. M. (2022). Penurunan intensitas nyeri pasien kanker payudara dengan teknik guided imagery. Jurnal Manajemen Asuhan.
Badar, M., & dkk. (2021). Efektivitas terapi hipnosis lima jari pada penurunan cemas pasien hipertensi yang dirawat di ruang IGD RSUD A.W Sjahranie Samarinda.
Darmawan, R., & Nugroho, B. (2015). Pengaruh terapi relaksasi otogenik terhadap perubahan tekanan darah hipertensi di Posyandu Lansia Desa Jabon Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Jurnal Ilmiah Keperawatan.
Fitriyana, D., Jumriana, & Sukma, S. (2023). Pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap penurunan tingkat nyeri akut pada pasien abdominal pain di Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Keperawatan.
Haryani, & Marleni. (2019). Pengaruh relaksasi autogenik terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan.
Hawari, D. (2016). Manajemen stres, cemas, dan depresi. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hidayat, & Lestari. (2022). Manajemen nyeri post operasi melalui intervensi non farmakologi. Jurnal Ilmu Keperawatan.
Ma'arif, S., & Hartiti, T. (2024). Terapi relaksasi autogenik terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi. Ners Muda, 5(3). https://doi.org/10.26714/nm.v5i3.10587
Mulfiroh, S., & Wahyuningsih. (2018). Penerapan terapi musik terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi fraktur di Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan. https://doi.org/10.33655/mak.v2i1.32
Notoatmodjo. (2019). Metodologi penelitian kesehatan. PT. Rhineka Cipta.
Nurhanifah, D., & Sari, R. (2022). Manajemen nyeri nonfarmakologis.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi 5). Jakarta: Salemba Medika.
Nuryanti, Pramono, J. S., & Kadir, A. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan pra anestesi dengan tingkat kecemasan pra anestesi pada pasien operasi elektif di Rumah Sakit Amalia Bontang. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(5). https://doi.org/10.31941/pn.v3i01.5510
Panjaitan, J., & dkk. (2023). Efektivitas latihan relaksasi autogenik terhadap intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi fraktur. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2). https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.7724
Pratitdya, G., Rehatta, N. M., & Susila, D. (2020). Perbandingan interpretasi skala nyeri antara NRS-VAS-WBFS oleh pasien pasca operasi elektif orthopedi di RSUD Dr. Soetomo. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(3). https://doi.org/10.33366/jc.v8i3.1802
Pustikasari, A., & Restiana, R. (2019). Dukungan keluarga terhadap motivasi lanjut usia dalam meningkatkan produktivitas hidup melalui senam lansia. Jurnal Ilmiah Kesehatan. https://doi.org/10.37012/jik.v11i2.92
Rista, N. (2018). Hubungan tingkat nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien post op sectio caesarea di ruang kebidanan Rumah Sakit Bhayangkara Padang tahun 2017. Menara Ilmu, 12(9).
Rosely, B. S. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien kategori triage P2 label kuning di Instalasi Gawat Darurat RSUD Bangil.
Septianawati, P., Kusumo, M. B., Pratama, T. S., & Maulana, A. M. (2023). Uji reliabilitas dan validitas HRAS dan NDI versi Indonesia untuk mengukur kecemasan dan dispepsia pada mahasiswa kedokteran tahun pertama. Jurnal Psikologi Konseling, 15(2).
Siregar, F. I. (2022). Hubungan tingkat stres dengan mekanisme koping pada mahasiswa profesi ners di Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Padang. Diambil kembali dari unand.ac.id: http://scholar.unand.ac.id/106079
Sugiyono. (2019). Statistika untuk penelitian (Cetakan ke-30). CV. Alfabeta. https://doi.org/10.28959/jdpi.v30i1.5246
Supriyanti, E., & Kustriyani, M. (2024). Pengaruh relaksasi autogenik terhadap fatigue pada pasien kanker. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan. https://doi.org/10.33655/mak.v8i2.192
Syahrul, M., & Hartiti, T. (2024). Terapi relaksasi autogenik terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomy. Ners Muda.
Syuhada, R., & Pranatha, A. (2017). Pengaruh teknik akupresure terhadap perubahan skala nyeri pada pasien post operasi sectio caesaria di RSUD 45 Kuningan. Jurnal Ilmiah Indonesia.
Utami, T. Y., & Purnomo, S. (2021). Pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap kecemasan dan nyeri pasien di ruang intensive care unit (ICU): Literature review. Jurnal Keperawatan Duta Medika, 1(1). https://doi.org/10.47701/dutamedika.v1i1.1611
Wahyuni, S., & Lestari, D. (2021). Faktor usia terhadap persepsi nyeri pasca bedah. Jurnal Ilmu Keperawatan.
Yumkhaibam, A. H., Farooque, S., & Bhowmik, S. K. (2023). Efektivitas pelatihan autognik dalam mengurangi gangguan kecemasan: Tinjauan komprehensif dan meta-analisis. Jurnal Eropa Pendidikan Jasmani dan Ilmu Olahraga, 10(3).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Siti Rufaidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



